Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi... Sepi dan sendiri aku benci.
Aku ingin bingar. Aku mau di pasar.
Bosan aku dengan penat,
dan enyah saja kau, pekat!
Seperti berjelaga jika aku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengadu sampai gaduh
Ahh.. ada malaikat menyulam jaring labah-labah belang
di tembok putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya?
Biar terderah,
atau... aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
ke kiri ku buntu, ke hutan ku hilang, ke timur ku kosong
aku terus bosan dan tertekan,
seperti waktu yang saja terus meninggalkan... aku
jauh ke dalam dasar kerak bumi yang belum diterokai
warnaku rindu, jiwaku biru
menunggu cintaku umpama sibuta yang melihat syurga
umpama lampu yang berbunyi hitam
lalu menunggu aku terus
kini malam tiba lagi meninggalkan cahaya matahari
dibebankan.. dengan bunyi rintisan hujan
seperti mau saja aku mengejar
gunung yang besarnya tidak terdakap
seperti itu jugalah,
rindu aku pada...
kini harus aku terus menunggu
atau hilang saja aku dilautan luas
Thursday, June 17, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment